THE TRAUMA CODE: HEROES ON CALL Drama Medis yang Mengetuk Hati dan Memacu Adrenalin

Instagram : netflixid
Minggu ini sedang seru-serunya ngomongin drama korea yang satu ini. Dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan musibah-musibah yang tak terduga, drama yang tayang di Netflix ini menyajikan pandangan yang bermakna dan mendalam tentang hal yang kadang luput dari fokus kita, penanganan trauma. Bagi “alumni” Doldam, drakor Dr. Romantic, yang sudah khatam season 1 sampai season 3, fasilitas trauma center pasti sudah kebayang gambarannya. Pusat layanan trauma itu sendiri adalah fasilitas yang menyediakan perawatan khusus di luar cakupan perawatan IGD bagi pasien dengan trauma fatal.

Ya, meski bukan drakor pertama yang bercerita tentang pusat penanganan trauma, tapi drama ini sukses mengambil hati penonton dengan alur yang memikat, menarik juga menyentuh. Alurnya yang menyajikan beberapa genre seperti komedi dan aksi menjadikan drama ini semakin menghipnotis untuk lanjut menonton episode demi episode.

Tak hanya memacu adrenalin saat menyaksikan adegan-adegan heroik si dokter jenius Baek Kang Hyuk dan bromance-nya dr. Yang Jae Won saat menghadapi kasus-kasus kritis, nurani kita juga disentuh dengan melihat lebih dalam perasaan, pengorbanan, dan keberanian yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa di tengah situasi paling menegangkan.

Yuk kita spoiler dikit, biar kamu punya banyak alasan kenapa drakor The Trauma Code : Heroes On Call ini worth it untuk kamu tonton.

Hadirnya si Dokter ugal-ugalan

Buruknya penanganan pasien trauma fatal di rumah sakit ternama di Seoul, menyebabkan 13 orang meninggal dunia tahun itu karena tidak mendapat penanganan darurat yang memadai dari pusat penanganan trauma. Hal itu menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat Seoul. Kegelisahan tersebut membuat masyarakat meminta langkah yang konkrit dari pemerintah khususnya kementerian kesehatan.

Hal ini memicu kemarahan ibu mentri kesehatan ketika rapat bersama para kepala Rumah Sakit ternama di Seoul. Dana 10 milyar won yang sudah digelontorkan kementerian pada Rumah Sakit Universitas Hankuk hanya berbuah fasilitas yang berupa formalitas saja, tidak berfungsi dan terabaikan.

Instagram : netflixid

Dalam situasi ini, ibu mentri akhirnya memulangkan seorang dokter “trantrum” dari tempat kerja sukarelanya di Sudan. Joo Ji Hoon yang berperan sebagai Baek Kang Hyuk, ahli traumatologi dengan kepribadian keras kepala namun jenius, pulang disambut pasien trauma yang mengharuskannya langsung masuk ruang operasi dan terlambat ke pertemuan penyambutannya. Di episode ini lah ia bertemu dengan si “anus” doktor spesialis kolorektal, Yang Jae Won, yang kemudian menjadi "budak nomor 1" dan kepala perawat cantik, Cheon Jang Mi si “Gangster” yang kemudian hari menjadi "budak nomor 2". Lalu siapa "budak nomor 3?", nanti kamu bakal tau juga..Wkwkkwk. 😂

Kelahiran Murid Pertama

Pertemuan dr. Baek dengan dr. Yang membuat koneksi tersendiri antara mereka. Si cerdas mahasiswa terbaik dan penerima beasiswa penuh Fakultas kedokteran Universitas Hankuk itu dipinang menjadi murid pertama oleh dr. Baek. Tentu saja Jae won galau memilih antara tetap menjadi murid “pak kabag” yang punya banyak sertifikat dan predikat atau beralih menjadi murid dokter trantrum yang punya segudang pengalaman.

Instagram : netflix
Terus Berjuang

Meski sudah menjadi “zombie” saking lelahnya menghandle trauma center berdua sama dokter Baek, Jae won tetap bertekad untuk terus “berlari”. Puncaknya, terjadi kecelakaan beruntun di sebuah terowongan, kakak adik yang sedang dalam perjalanan untuk menemui ayah mereka yang sedang sekarat di Rumah sakit menjadi korbannya. Kakak adik yang terluka parah itu akhirnya menerima tranplantasi organ masing-masih dari ayah mereka.

Instagram : netflixid

Terjadi pada siapa saja

Yap, namanya musibah bisa saja terjadi pada siapa saja.  Qodarullah kali ini menimpa putri kesayangan dr. Han Yoo Rim yang sedang berseteru dengan dr. Baek Kang Hyuk. Dokter Han yang sedang diatas angin pada rapat kepala-kepala bagian Rumah Sakit, mencerca habis-habisan dr. Baek karena defisit anggaran pusat trauma saat dering HPnya berbunyi mengabarkan Han Ji young, putrinya, mengalami kecelakaan fatal dan harus segera ditangani di pusat penanganan trauma. 

Instagram : netflixid

Kode Hitam

Sebuah kecelakaan besar terjadi di sebuah jembatan yang menelan korban ratusan orang di atas maupun di bawah jembatan. dr. Baek Kang Hyuk langsung ke TKP dan nge-triage korban sesuai kode merah, kuning, hijau dan hitam. Di tengah hiruk pikuk inilah Jae won dipercaya untuk melakukan operasi pertamanya. Dalam episode ini juga dijelaskan bahwa tiga pasien dengan cedera parah akhirnya berhasil diselamatkan berkat bantuan cepat si dokter jenius, Baek Kang Hyuk.

Instagram : netflixid

Alasan untuk tidak menyerah

Meski politik kotor Rumah sakit tetap berlanjut, dr. Baek tetap fokus menangani pasien di pusat trauma. Hal ini akhirnya juga menginspirasi dr. Yang Jae Won untuk menemukan alasan untuk tidak menyerah membantu pasien. “itu karena kalian bisa. Karena kalian bisa, jadi kenapa tidak!. Melihatmu, rasanya seperti melihat diriku yang dulu. Dahulu, “kenapa aku harus kerja sekeras ini, toh tak ada yang sadar”, aku sering berpikir begitu. Tetapi, tujuan kita bukan minta pengakuan, bukan juga minta kompensasi. Apa aku menjadi kepala perawat selama lima tahun di pusat trauma karena aku pahlawan super? Karena harus kulakukan. Harus ada yang melakukannya, dan kebetulan aku orangnya. Dan sialnya, kau juga orangnya”, ujar kepala perawat Cheon Jang Mi suatu ketika pada Jae won.

SOS dari Sudan Selatan

Anggota unit Hanbit di Sudan Selatan terjebak baku tembak. Sebelas anggota asosiasi medis yang melakukan kegiatan bantuan dan medis hampir diculik oleh kelompok bersenjata. Namun prajurit uni Hanbit sekaligus anggota militer PBB, yang sedang melakukan rekonstruksi jalan di sana, melakukan operasi penyelamatan. Namun dalam prosesnya, Kapten Lee Hyeon Jong dari uni Hanbit terluka tembak dan dikabarkan kritis. Menteri Kesehatan menelepon dr. Baek untuk membawa timnya menyelamatkan Kapten Lee Hyeon Jong. Dan seperti yang kalian tebak, dr. Baek berangkat bersama 3 “budak”nya :D. Budak Nomor 1, budak nomor dua, dan dr. Park si dokter anestesi.

Pasien: Baek Kang Hyuk

Saat kembali dari Sudan Selatan dengan selamat, sebuah kebakaran besar terjadi. dr. Baek langsung menuju lokasi. Malangnya, di gedung yang kebakaran ada sebuah unit yang menjual gas medis. Ditengah kebakaran terjadi ledakan besar yang membuat dokter spesialis trauma ini harus dilarikan ke tempat kerjanya sebagai pasien. Nyama dr. Baik ada ditangan muridnya. Berhasilkah dokter trantrum ini siuman dan menyumpah “shibal sekiya” kembali?

Secara keseluruhan, drama ini berhasil menggambarkan situasi di pusat trauma dengan realistis. Drama yang diadoptasi dari webtoon Severe Trauma Center: Golden Hour karya Hansaiga ini worth it untuk kamu tonton. Silahkan dilanjut di Netflix ya Yeorobun 😀. Annyeoooong... 

*semua foto dari Instagram : netflixid

No comments:

Post a Comment

Milkcheese Strawberry: Manis, Creamy, dan Bikin Nagih!

Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda. Selain ibadah yang lebih khusyuk, momen berbuka puasa juga jadi saat yang paling dinanti...