MELO MOVIE: MENCINTAI, MELEPASKAN, MELANGKAH

 

(instagram.com/netflixid)

Bagi teman-teman yang udah nonton Our Beloved Summer, pasti nggak asing lagi sama aktor “slengek an” satu ini, Choi Woo Shik. πŸ˜„

Bagi Army, Woo Shik juga bukan orang asing, ia adalah “keluarga” karena dekat dengan Taehyung BTS di Wooga Squad. Kali ini, Woo Shik jadi tokoh utama dalam serial romcom Melo Movie. Serial 10 episode ini mulai tayang di Netflix 14 februari 2025.

Awalnya saya pikir drama ini ongoing, tapi syukurnya nggak, jadi bisa langsung maraton nonton seharian. Dan apa yang bikin saya betah mantengin drama ini hingga akhir, saya akan cerita sama kalian. Tapi sebelum itu kita bahas dulu pemeran drama ini yaa..

Tokoh utama drama ini Ko Gyeom, manusia yang sangat mencintai film sejak “lahir”. Seorang yang bertekad akan menonton semua film yang dibuat di dunia ini. Suatu hari saat movie time dengan teman-temannya, Gyeom terpikir untuk melakukan sesuatu tentang hobinya itu, yap, dia akan jadi aktor, agar dunia perfilman tak kehilangan sosok berbakat seperti dirinya, namun karirnya mentok menjadi figuran saja. Gyeom ternyata tak seberbakat yang dia kira. Namun Gyeom yang hobi berada di set syuting (karena ada Mubee juga) ternyata punya bakat terpendam lainnya. Kejeliannya menilai dan mengulas film membuatnya menjadi kritikus film yang terkenal. Dia mengelola sebuah blog dan juga menjadi kritikus film sebuah majalah.

Lalu Kim Mubee, ya Mubee, Movie. Nama yang rasanya ingin sekali ia ganti. Saat bertemu Gyeom, Mubee masih kru di lokasi syuting. Namun 5 tahun kemudian, Mubee sudah memproduksi filmnya sendiri, dia sudah jadi sutradara.

(instagram.com/netflixid)

Hong Si Jun. Si pecinta musik yang kabur dari rumah yang “nyaman” demi merawat kecintaannya pada musik. Sosok yang harusnya populer disekolah karena tampan, jago maen musik dan tinggi. Tapi semua item populer yang dia punya itu seketika akan buyar saat dia mulai membuka mulutnya, dia tak bisa mengontrol kata-katanya. πŸ˜†. Si jun sebenarnya adalah sosok yang baik dan manis, hanya saja dia tak terbiasa mengungkapkan “kebaikannya”.

Son Ju A, gadis manis tinggi langsing yang selalu membuntuti Si jun sejak dibangku sekolah. Penggemar nomor satu sang pacar. Sosok yang selalu percaya Si Jun akan sukses kelak dengan musiknya.

(instagram.com/netflixid)

Ko Jun, kakak yang tak banyak cakap, yang menempatkan semua keinginan dan ambisinya untuk sang adik. Apa yang membuat adiknya bahagia, maka itulah kebahagiaan Ko Jun. Kakak yang juga berperan sebagai orang tua buat Gyeom.

(instagram.com/netflixid)

Ringan dan realistis

Buat kalian yang suka nonton drakor yang ringan-ringan aja tanpa teori ini teori itu, drama ini bisa jadi pilihan. Mungkin kalau liat judulnya, kita sempat mikir ini drama melow yang akan menguras air mata. Tapi, tidak. Meski nanti akan ada “masanya” kita dibuat termewek-mewek di episode 7 sih. Tapi percayalah, drama ini drama Romcom, Romantic Comedy. Ya Komedi Romantis. Drama ringan yang kadang bikin kita berbunga-bunga, kadang sedih, kadang geli dan kadang kesel, kayak dalam hati itu bilang “duuuh, kok cinta-cintaan bisa seribet ini yaaa...” πŸ˜‚

(instagram.com/netflixid)

Pokoknya drama ini akan bawa kita naek “roller coaster”. Dibawa merasakan berdebarnya jatuh cinta, sakitnya putus dan rumitnya balikan lagi. Juga ikut merasakan frustasi tentang dua orang yang saling sayang tapi tak mungkin “bersatu” lagi.

Duh, kok saya jadi masuk karakter Ko Gyeom si pengulas film ya..hehe.

Tokoh yang menarik, plot yang kuat dan kru yang hebat

Yap, alasan pertama saya nonton drama ini tentu saja karena diperankan oleh Cho Woo Shik dan Park Bo Young. Tapi setelah nonton drama ini saya jadi lebih tertarik lagi, karena ada second couple gemes Lee Jun Young yang berperan sebagai Hong Si Jun dan Jeon So Nee yang berperan sebagai Son Ju A. Penempatan tokoh ini menarik menurut aku, karena second couplenya nggak kalah keren dari si Lead Couple. Alih-alih sebagai bumbu cerita, mereka berdua ini justru lebih “ngena” kisahnya. Lebih dalam dan rumit. Lalu ada cerita Ko Gyeom dan Abangnya Ko Jun, saya nggak nyangka akan jadi semelow ini kisah mereka berdua.

(instagram.com/netflixid)

Dan cerita menarik ini tentu saja tercipta berkat kolaborasi apik dari sutradara dan penulis naskah yang keren pula. Sutradaranya adalah Oh Choong Hwan yang pernah menggarap drakor populer Start Up (2020) dan Hotel Del Luna (2019). Sementara penulis naskahnya yaitu Lee Na Eun, yang suskes dengan Our Beloved Summer (2021).

Cinta yang “deep”

Meski sekilas terlihat klise, kisah cinta Ko Gyeom dan Kim Mubee sangat dalam dan rentan. Saya jadi teringat kata-kata Ibu Mobee, “kuharap Mubee memacari pria yang lebih simple, tapi dia malah dapat pacar yang persis dia”.

Mubee tumbuh dengan merawat kebencian pada ayah yang tak pernah “hadir” dalam kehidupannya. Ayah yang menurutnya lebih mencintai film ketimbang dirinya. Kebencian yang kadang bersisian dengan rindu dan iba pada sosok laki-laki yang harusnya menjadi cinta pertamanya. Sebuah kebencian pada sosok ayah yang dia rawat sehingga tak menyisakan ruang pada kecintaan ibu yang selalu mengusahakan hadir dalam hidupnya.

Mubee dewasa, bertemu Ko Gyeom yang melapisi kecemasan masa kecil dengan keceriaan. Ko gyeom kecil yang tumbuh tanpa orang tua, selalu bersikap baik dan ceria agar sang Abang tak pernah berpikiran meninggalkannya. Sehingga setelah dewasa, sikap itu tetap terbawa, Gyeom yang punya banyak pikiran tapi punya kesulitan mengungkapkannya.

Cinta antara orang-orang yang inner child-nya terluka ini, kadang bisa saling mengerti dan menguatkan, tapi kadang juga rentan.

(instagram.com/netflixid)

Pun begitu dengan kisah cinta Si Jun dan Ju A. Hubungan yang mereka jalin selama tujuh tahun akhirnya berujung kata putus juga. Ju A yang selalu mendampingi Si Jun akhirnya lelah sendiri. Dan memutuskan untuk fokus pada dirinya dan mengembangkan potensinya sebagai penulis naskah.

Suatu hari sebuah naskah skenario yang dibuat Ju A memaksanya untuk menemui kembali sang mantan. Di sinilah kisah mereka yang ternyata sangat dalam itu diulas dalam bentuk yang sangat manis sekaligus menyakitkan. Meski masih saling mencintai, tapi mereka sangat tahu bahwa mereka tak mungkin bersama lagi.

Yang tak kalah menarik juga, hubungan persahabatan Gyeom dan Si jun. Setelah meninggalnya Ko Jun, kakak Gyeom, Si Jun tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menghibur Gyeom. Si Jun tak terbiasa menghibur orang dengan kata-kata. Chat yang berulangkali dihapusnya adalah bukti bahwa ia tak tahu harus bilang apa. Tapi Si Jun tak salah, apa yang harus dikatakan pada orang yang kehilangan satu-satunya keluarga yang dia punya.

Dan Si Jun menemukan caranya sendiri. Diam-diam membawa perlengkapan untuk Gyeom yang tidur di dalam mobil karena tak sanggup tidur dalam rumah yang kosong tanpa abangnya. Setiap pagi membersihkan mobil Gyeom yang penuh dengan kaleng-kaleng bir, membawakannya pelembab udara dan sebagainya. Tentu saja Gyeom menyadari hal itu, dia sudah mengenal sahabatnya itu sejak di bangku sekolah.  

Memeluk inner child dan melangkah ke depan

Drama ini mengajarkan kita tentang menerima dan melepaskan dengan jujur. Berani mengakui luka dan berdamai dengan diri sendiri. Memeluk “si kecil” yang terluka dalam diri kita masing-masing.

Melo Movie bukan sekadar kisah romansa biasa. Ini adalah cerita tentang mereka yang jatuh cinta, berjuang mengejar mimpi, dan berusaha berdamai dengan masa lalu. Dari Ko Gyeom, si kritikus film yang dulu bercita-cita menjadi aktor, hingga Kim Mubee, sutradara berbakat yang tumbuh dengan luka masa kecilnya, drama ini menghadirkan perjalanan emosional yang realistis, hangat, dan penuh makna.

(instagram.com/netflixid)

Sebuah serial drama yang akan membuat kita tertawa, menangis, sekaligus merenung: tentang cinta, kehilangan, dan cara kita memeluk masa lalu untuk melangkah ke depan.

Jadi, apa drama ini layak mendapatkan waktu berharga dan perhatian kita? Sangat layak. Selamat menonton.

2 comments:

  1. Nonton ini, jelas pasti ingatin sama drakor Our Beloved Summer. Cerita sederhana yang ada di kehidupan sehari2, tapi ntah kenapa terasa jadi ribet bgt dijalani. Bener2 drakor yang bagus bgt. Plus acting pemain2nya yang udahlah ya, gosah dibahas sangking bagusnya πŸ˜πŸ‘ tapi cerita paling bikin aduk2, jelas cerita Gyeom dan kakaknya. Gw ingat bgt teman gw setelah kepergian bapak en ibunya. Dia menghabiskan hidupnya di luar rumah. Pulang buat langsung tidur malam, dan pagi2 langsung pergi kerja. Karena baginya, rumahnya kosong. Tak ada yang ditemui di rumah. San sesak setiap melihat tempat duduk bapaknya, atau dapur yang biasa ibunya masak 😭

    ReplyDelete

Milkcheese Strawberry: Manis, Creamy, dan Bikin Nagih!

Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda. Selain ibadah yang lebih khusyuk, momen berbuka puasa juga jadi saat yang paling dinanti...