PENGALAMAN PERTAMA ANAK BERPUASA NISFU SYA’BAN

 

Bulan Sya’ban merupakan bulan yang istimewa dalam Islam, karena di dalamnya terdapat malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam ke 15 yang diyakini sebagai malam penuh berkah dan ampunan.

Rasulullah bersabda:

عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رواه الطبراني في الكبير والأوسط قال الهيثمى ورجالهما ثقات. ورواه الدارقطنى وابنا ماجه وحبان فى صحيحه عن ابى موسى وابن ابى شيبة وعبد الرزاق عن كثير بن مرة والبزار)

Rasulullah saw bersabda, sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya (dengan penuh rahmat) pada malam nisfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antara sesama umat Islam) (HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daraquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu’ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389.

--------------

Sebagai seorang ibu, melihat anak menjalani ibadah pertamanya adalah momen yang istimewa. Nisfu Sya’ban kali ini, putri kecilku, Zea, mencoba berpuasa di hari Nisfu Sya’ban untuk pertama kalinya. Awalnya, saya sempat ragu, dan berulangkali menanyakan apa beneran dia mau dibangunin sahur. Saya mikirnya bangunin sahur saja dulu, ntar kalau mau batalin siang juga nggak apa-apa. Jadilah jam 04.00 itu saya bangunin dia. Zea termasuk anak yang nggak susah dibangunin. Bahkan, selama puasa Ramadhan tahun lalu, ia selalu bangun tanpa drama.

Sekitar jam 10 saya nanya lagi apa dia masih sanggup, jawabannya malah menyentak saya,  “kok Bunda nggak percaya sih sama Ea, Ea kuat bun, Ea sudah gede”. Jleb. Ternyata saya yang meragukannya. Padahal seharusnya saya cukup mendukung dan menunggu sampai ia sendiri yang meminta berbuka.

Karena Zea masuk siang, jam satu abis Abaknya sholat jum’at Zea diantar ke sekolah. Disekolah sampai jam setengah lima. Lanjut pergi les bahasa inggris jam lima. Jadwal les yang harusnya hari sabtu jam setengah dua digeser sama Miss-nya jadi Jum’at jam lima sore karena miss ada keperluan hari Sabtu dan hari ini hanya tes naik tingkat saja.

Kami benar-benar takjub. Pas ditanya lagi saat mau diantar les apakah aman-aman saja, dia jawab, “aman, I’m okay”.

Pulangnya malah makin sumringah. “Kata Miss, nilai Ea yang paling tinggi”. Masya Allah Tabarokallah.

Meja makan kami saat iftar ini berisi goreng ikan, bakso urat, roti bakar, cindua dan melon potong.

Azan berkumandang, dan satu hari yang luar biasa tlah kami lewatkan. Pendidikan ibadah adalah proses bertahap, semoga perjalanan mentarbiyahi ini menjadi titik tolak untuk mempersiapkan Zea menjadi hamba yang taat dan mencintai Tuhannya.

No comments:

Post a Comment

Milkcheese Strawberry: Manis, Creamy, dan Bikin Nagih!

Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda. Selain ibadah yang lebih khusyuk, momen berbuka puasa juga jadi saat yang paling dinanti...